Wings of Theve — Simulasi Pesawat Tempur Semakin Intens dan Cinematic
Tidak lama lagi game baru dari seri Ace Combat berjudul Ace Combat 8: Wings of Theve akan segera rilis di berbagai platform gaming pada 2 Oktober 2026 mendatang. Banyak fans seri Ace Combat sudah tidak sabar menjalankan misi pertempuran dalam game simulasi pesawat tempur tersebut disertai rasa penasaran bakal seperti apa jalan cerita dan konflik yang terjadi.
Menjelang perilisannya yang sudah semakin dekat, kami akan membahas review Ace Combat 8: Wings of Theve di platform PlayStation 5 lebih awal. Selama bermain, ada banyak sekali pengalaman bermain yang saya rasakan dalam game ini, mulai dari cerita konflik peperangan dan gameplay yang intens menghadapi pasukan musuh.
Seperti apa game Ace Combat 8: Wings of Theve?
Review Ace Combat 8: Wings of Theve
Baiklah kita mulai saja pembahasan Review Ace Combat 8: Wings of Theve berdasarkan pengalaman bermain di konsol PlayStation 5.
Story

Ace Combat 8: Wings of Theve mengambil setting cerita dunia fiksi bernama Strangereal pada tahun 2029 pada masa Perang Sotoa-Usea. Game ini terjadi 10 tahun setelah Perang Lighthouse War di game Ace Combat 7: Skies Unknown.
Sama seperti game Ace Combat sebelumnya, Player akan mengendalikan karakter seorang Pilot Pesawat Tempur yang menjalankan berbagai macam misi selama Perang Sotoa-Usea berlangsung.
Sotoa melancarkan serangan invasi kilat kepada Federation of Central Usea (FCU) dengan menggunakan semacam senjata bombardir dengan kinetik orbital bernama “Tonitrus Spears”. Serangan mereka menghancurkan banyak tempat dari sudut FCU yang berusaha menguasai negara tersebut dan melumpuhkannya.
Pada awalnya Player sebagai Silent Protagonist dalam game ini hanya ditugaskan dalam menemani sebuah misi bersama seorang Ace Pilot dengan julukan “Wings of Theve” yang dipegang oleh Jan “Rex” Cope.
Namun karena suatu insiden, Protagonist harus mengambil peran tersebut sebagai “Wings of Theve”, menjadi pemimpin tim Joker dalam misi, dan menghentikan segala upaya Sotoa menyerang serta menginvasi FCU.
Apakah Protagonist dan pasukannya bisa menghentikan serangan dari Sotoa terhadap FCU, semua itu bergantung pada kemampuan Player dalam menjalankan misi dan mengendalikan pesawat tempur dalam perang.
Presentasi Cerita yang Lebih Cinematic dan Relevan Bagi Player

Satu hal yang paling mencolok dari cerita Ace Combat 8: Wings of Theve adalah dalam mempresentasikannya kepada Player. Jika Ace Combat 7 lebih sering menghadirkan cutscene dari sudut pandang karakter yang terlibat dan Player seakan-akan seperti figuran dalam cerita utamanya, namun kali ini developer Project Aces belajar banyak dari game mereka sebelumnya.
Baik itu dalam cutscene cerita maupun saat dalam misi, Ace Combat 8: Wings of Theve akan lebih sering berfokus pada Protagonist atau Player dalam game. Apalagi peran kalian sebagai Ace Pilot dengan julukan “Wings of Theve” menambah kuat alasan kenapa peran Protagonist jadi lebih penting dari karakter lainnya, mau itu karakter teman ataupun lawan.
Hampir setiap cutscene akan mengambil sudut pandang cerita dari sang Protagonist, jadi kalian sebagai Player akan ikut terlibat dalam jalan cerita yang dihadirkan di game ini. Dialog yang dihadirkan pun tidak lepas ikut melibatkan Protagonist dalam cerita sehingga Player bisa mendapat seberapa penting dan relevan peran mereka di Ace Combat 8.
Ini menjadi nilai plus tersendiri, terlebih para fans Ace Combat yang ingin karakter mereka lebih banyak dilibatkan dalam cerita. Tidak seperti Ace Combat 7 yang selalu berfokus pada karakter lain yang memiliki peran lebih penting selain Protagonist-nya di luar dari area pertempuran. Berkat cutscene dan dialog interaksi antar karakter ini membuat permainan Main Story jadi terasa lebih lama.
Jadi dari segi cerita, Ace Combat 8: Wings of Theve menarik kalian ikut. Apalagi jika kalian ingin merasakan keterlibatan langsung karakter Protagonist terhadap jalan ceritanya sebagai seorang Ace Pilot dengan julukan “Wings of Theve”.
Gameplay

Gameplay Ace Combat 8: Wings of Theve masih sama seperti seri-seri sebelumnya, yaitu simulasi pesawat tempur. Jika kalian sebelumnya sudah pernah main Ace Combat 7, kalian akan merasakan sendiri bagaimana developer Project Aces telah melakukan berbagai macam peningkatan dalam memberikan sensasi mengendalikan maupun maneuver pesawat tempur yang digunakan.
Misalnya pada saat kalian melakukan maneuver High-G Turns. Setiap pesawat yang digunakan terasa berbeda dan seakan-akan ada sensasi yang berat ketika melakukan maneuver. Hal seperti ini terasa agak berbeda bagi saya yang sebelumnya sudah pernah main Ace Combat 7. Itu karena beberapa pesawat di game tersebut sebagian ada yang memiliki sensasi yang tidak jauh berbeda dengan pesawat lain.
Dari situ saya bisa tahu kalau developer Project Aces berusaha semaksimal mungkin memberikan pengalaman yang berbeda terhadap pesawat tempur yang disediakan. Apalagi untuk pesawat tempur yang berdasarkan pesawat asli di dunia nyata.
Untuk misinya sendiri masih memberikan tingkat intens yang bikin adrenalin kalian naik turun menghadapi pasukan musuh di udara. Ada misi yang hanya sebatas menjatuhkan pesawat musuh, melindungi target, maupun menghindari zona radar dari musuh sampai ke tujuan.

Misi tersebut akan semakin intens ketika kalian menghadapi pesawat ataupun sebuah kendaraan berukuran besar milik musuh yang penuh dengan senjata berbahaya. Semakin berbahaya musuh, akan semakin besar risiko kalian sering menjadi sasaran utama mereka. Terlebih kalian yang memegang julukan sebagai “Wings of Theve” yang banyak ditakuti oleh pasukan dari Sotoa.
Jadi dari segi gameplay, Ace Combat 8: Wings of Theve tetap memberikan keseruan sebagai game simulasi pesawat tempur yang intens dan bisa bikin adrenalin kalian naik turun dalam misi.
Graphic

Dari segi graphic yang dihadirkan Ace Combat 8: Wings of Theve, game ini benar-benar bisa memanjakan mata kalian. Mengingat game ini jadi lebih sering fokus dalam mempresentasikan cerita dari sudut pandang Protagonist alias Player, model karakter pendukung bisa terlihat jelas di depan mata.
Kualitas model karakter, motion capture, dan environment pada lokasi setting cerita benar-benar dibuat detail oleh tim developer Project Aces. Jangan lupakan juga pada saat gameplay berlangsung, grafis pesawat dan juga pemandangan dari udara benar-benar sangat indah namun juga berbahaya mengingat musuh akan selalu mengintai dari belakang maupun dari daratan.
Meski saat gameplay lokasi daratan akan memiliki ukuran satu banding sekian dari aslinya, tapi developer Project Aces tetap memperhatikan detail kualitas grafis pada objek-objek environment ketika dilihat dari dekat.
Jadi untuk graphic, Ace Combat 8: Wings of Theve menghadirkan kualitas grafis yang bisa memukau Player, baik itu pada saat cutscene maupun ketika permainan sedang berlangsung.
Sound

Sama seperti game-game Ace Combat sebelumnya, Ace Combat 8: Wings of Theve memberikan kumpulan musik dan Soundtrack yang bisa bikin adrenalin kalian memuncak ketika menjalankan misi di udara.
Pada saat menjalankan misi, salah satu anggota pasukan Joker akan memutar lagu-lagu keren yang bisa menemani Player dalam permainan. Kebanyakan lagu yang dihadirkan dalam game ini berfokus pada genre orkestra yang epic dan rock yang menaikkan adrenalin kalian.
Efek-efek suara yang dihadirkan, seperti sensasi suara dari pesawat, peringatan musuh sedang membidik, efek ledakan, semua hal seperti itu memberikan pengalaman luar biasa dalam game. Kualitas Voice Actor-nya pun juga tidak boleh diremehkan dalam game ini.
Jadi secara garis besar, kualitas Sound di game Ace Combat 8: Wings of Theve bisa sangat dinikmati oleh kalian ketika bermain.
Summary

Jadi dari penjelasan panjang lebar di atas, pastinya kalian bertanya-tanya, “apakah Ace Combat 8: Wings of Theve worth dimainkan?”. Jawabannya adalah iya jika kalian membutuhkan game simulasi pesawat terbaik saat ini. Terlebih kalian bagi pecinta fans seri Ace Combat.
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, salah satu hal yang paling saya suka dari game ini adalah bagaimana ceritanya lebih melibatkan karakter Protagonist atau Player, tidak seperti game Ace Combat sebelumnya. Hal seperti ini memberikan kesan bahwa kalian sebagai Player ikut terlibat dan memiliki peran tersendiri sebagai Ace Pilot dengan julukan “Wings of Theve”.
Hal yang saya suka lainnya adalah sensasi mengendalikan dan maneuver setiap pesawat yang terasa berbeda satu sama lain seakan-akan ada sensasi berat yang bisa kalian rasakan.
Meski saya menjelaskan banyak poin-poin positif terhadap Ace Combat 8: Wings of Theve, bukan berarti game ini tidak memiliki poin minus yang menurut saya pribadi kurang suka.
Salah satunya adalah adanya fitur QTE dalam cutscene dimana Player perlu menekan tombol tertentu agar jalan cerita bisa terus berjalan. Mungkin Project Aces berpikir karena jalan ceritanya jadi lebih cinematic, fitur QTE dirasa perlu dalam game ini agar Player juga ikut terlibat dalam beberapa gerakan yang tidak terlalu penting dan seharusnya bisa dilakukan secara otomatis mengikuti skrip.
Dan yang dirasa agak mengganggu adalah ketika fitur QTE muncul dalam misi agar Player bisa memfokuskan pandangan mereka ke target tertentu. Ketika fitur itu muncul, kondisi pertempuran masih tetap berjalan dan kalian tidak akan tahu apa yang ada di depan, entah itu pesawat musuh, bukit, ataupun kalian sedang terbang dalam posisi terjun ke bawah.
Memang fitur itu diperlukan agar kalian bisa tahu apa yang terjadi saat pertempuran, namun seharusnya hal seperti itu lebih dilakukan secara otomatis dari game dan kondisi pertempuran di-pause sesaat ataupun setidaknya pesawat Player otomatis melakukan autopilot ke posisi yang lebih aman.

Saya sebagai Gamer yang sudah memainkan banyak seri Ace Combat sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan hal seperti itu. Tetapi kita tidak pernah tahu apa yang akan dirasakan oleh Player yang baru mencoba pertama kali bermain seri game ini dan harus merasakan pengalaman seperti itu terhadap Ace Combat 8: Wings of Theve.
Itulah pembahasan Review Ace Combat 8: Wings of Theve berdasarkan pengalaman bermain di PlayStation 5. Apakah kalian tertarik memainkan game baru Ace Combat ini saat rilis pada 2 Oktober 2026 di berbagai platform gaming?
Review Summary
Ace Combat 8: Wings of Theve menghadirkan permainan yang sama dengan beberapa peningkatan simulasi pesawat tempur dan juga presentasi cerita yang dihadirkan.
Criteria
- Cerita yang lebih menarik
- cinematic
- dan lebih melibatkan peran Protagonist atau Player dalam game.
- Simulasi mengendalikan dan maneuver pesawat tempur yang terasa lebih berbeda sesuai dengan performanya.
- Graphic yang lebih memanjakan mata
- terlebih pada saat cutscene cerita.
Cons
- Fitur QTE dalam cutscene yang dirasa tidak diperlukan
- terlebih pada saat permainan untuk melihat fokus pandangan ke arah tertentu.
Gamebrott Reviews
Gamebrott Reviews
gamebrott.com
More Reviews
Gamebrott Video Game Portal
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Ace Combat atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.